16 Mei 2013

BEBERAPA METODE PEMBELAJARAN UNTUK ANAK USIA DINI



Bismillahirrohmaanirrohiem

Pendidikan adalah hal yang mutlak harus dimiliki oleh semua orang baik tua maupun muda, di edisi pertama Buletin Mutiara Insani ini, kami akan menjelaskan Metode Pembelajaran Untuk Anak Usia Dini.
Pendidikan sangatlah penting untuk bekal menghadapi dunia dimasa yang akan datang, maka dari itu pendidikan harus mulai diajarkan pada anak usia dini.
Walaupun pendidikan berlangsung sepanjang hayat, namun menurut Maria Montessori, enam tahun pertama masa anak adalah jangka waktu yang paling penting bagi perkembangannya yang mana enam tahun pertama inilah yang akan membentuk karakter si anak.
Tahun prasekolah menjadi masa anak membina kepribadian mereka. Karenanya, setiap usaha yang dirancang untuk mengembangkan minat dan potensi anak harus dilakukan pada masa awal ini untuk membimbing anak menjadi diri mereka dengan segala kelebihannya. Orangtua dan pendidik harus dapat membantu anak menyadari dan merealisasikan potensi anak untuk menimba ilmu pengetahuan, bakat, dan kepribadian yang utuh.
Metode Pembelajaran Untuk Anak Usia Dini
Acuan memilih metode pengajaran untuk anak usia 0-6 tahun menurut Penasehat Himpunan Tenaga Kependidikan Usia Dini, Dr. Anggani Sudono MA, adalah melibatkan anak dalam kegiatan belajar. Ketika di sekolah anak diajak memilih materi yang ingin dieksplorasi. Dengan begitu anak mendapat inspirasi dan belajar mengambil keputusan sendiri. Terdapat beberapa metode pengajaran yang disesuaikan dengan tahap usia anak:
Usia 0 – 3 tahun: anak dapat mengikuti kegiatan di sekolah taman bermain. Apapun metodenya, yang harus diperhatikan ialah hubungan komunikasi guru dengan anak, bagaimana cara guru itu berkomunikasi. Ketika mengajar, sebaiknya guru tidak mendominasi kegiatan anak.
Usia 5 tahun: berikan kegiatan yang dapat memberi kesempatan pada anak mengobservasi sesuatu. Sebaiknya pendidik tidak melulu mencontohkan lalu anak mengikuti. Tapi, biarkan anak mencoba-coba, misal: anak menggambar bunga dengan warna hijau, kuning atau biru.
Pendidik dapat memberikan kosakata baru pada anak dan membiarkan mereka merangkai kalimat.
Usia 6 – 12 tahun: perbanyak melatih kemampuan anak bercerita dan mempresentasikan apa yang mereka ketahui. Metode belajar ditekankan pada bagaimana anak berpikir kreatif, misalnya ketika menjelaskan suatu hal atau benda. 

Salah satunya dengan metode main maping, yaitu membuat jaringan topik. Misal, minta anak menjelaskan konsep meja dan biarkan anak memaparkan satu persatu pengetahuannya tentang meja mulai dari berbagai bentuk, fungsi sampai jumlah penyangganya.
Proses belajar-mengajar yang baik adalah jika anak berinteraksi dengan pendidik, yaitu orangtua dan guru. Maka pendidik harus pandai menciptakan situasi yang nyaman, membangkitkan semangat belajar, dan anak antusias belajar dengan memberikan metode pengajaran yang tepat.
Jika tipe belajar anak lebih aktif melalui alat pendengarannya (auditif ), maka anak diajarkan dengan mendengarkan kaset yang diselingi dengan menunjukkan gambarnya (demonstrasi). dapat juga dengan memutarkan video agar anak dapat melihat (visual) dengan jelas apa yang terjadi (kinestetik). Dengan harapan, tujuan pembelajaran akan lebih mudah tercapai.
 Berikut ini beberapa metode pengajaran yang dapat dilakukan, metode ini saling melengkapi antara metode yang satu dengan yang lain, metode-metode itu adalah sebagai berikut :
-        Metode Global (Ganze Method)
Anak belajar membuat suatu kesimpulan dengan kalimat dan tekniknya sendiri. Contohnya, ketika membaca buku, minta anak menceritakan kembali dengan rangkaian katanya sendiri. Sehingga informasi yang anak peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diserap lebih lama. Anak juga terlatih berpikir kreatif dan berinisiatif.
-        Metode Percobaan (Experimental method)
Metode pengajaran yang mendorong dan memberi kesempatan anak melakukan percobaan sendiri. Menurut Asmunah, Spd.I, staf pengajar di RA MUTIARA INSANI, Kota Bekasi, terdapat tiga tahapan yang dilakukan anak untuk memudahkan masuknya informasi, yaitu: 1. Mendengar; 2. Menulis atau menggambar lalu melihat dan; 3. Melakukan percobaan sendiri.
Misalnya, anak belajar tentang Toko Buku, pendidik tak hanya menjelaskan tentang toko buku, menuliskan cerita tentang Toko Buku dan menggambar Toko Buku, tapi juga mengajak anak ke Toko Buku untuk mengeksplorasi pengalaman secara personal mengenai Toko Buku. Dengan belajar melalui metode percobaan, anak dapat mengamati dan mengalami sesuatu secara konkret. Kegiatan ini dapat dilakukan mulai umur empat sampai 12 tahun.
-        Metode Resitasi (Recitation Method)
Berdasarkan pengamatan sendiri, minta anak membuat resume. Asmunah menambahkan, pada usia 4 12 tahun merupakan masa kritis anak yang selalu menanyakan, Mengapa begini dan begitu?.
Misalnya anak bertanya, Mengapa pohon dapat tumbuh dan berbuah?
Libatkan anak untuk mengamati proses pertumbuhan pohon dan pembuahannya lalu minta anak menyimpulkannya sendiri.


-        Metode Latihan Keterampilan (Drill Method)
Kegiatan yang mewakili metode ini sering Anda lakukan bersama si kecil, yaitu membuat prakarya (artwork). Sekolah Learning Vision menggunakan metode ini untuk mendorong anak belajar menjalani proses ketika membuat patung dari lilin atau karya tiga dimensi lainnya. Selain melatih kemampuan motoriknya, seperti menulis, menggambar, menghias dan menggunakan alat-alat. Anda juga dapat mengajarkan anak berhitung secara konkret.
-        Metode Pemecahan Masalah (Problem solving Method)
Berikan soal-soal yang tingkat kesulitannya dapat disesuaikan dengan kemampuan anak. Lalu ajak anak mencari solusinya bersama-sama.
Metode ini dapat menjadi stimulan bagi akselarasi perkembangan kemampuan intelegensi anak.
-        Metode Perancangan (Project Method )
Kegiatan yang mengajak anak merancang suatu proyek yang akan diteliti sebagai objek kajian. Pola pikir anak menjadi lebih berkembang dalam memecahkan suatu masalah serta membiasakannya menerapkan pengetahuan, sikap dan keterampilan yang dimiliki.


-        Metode Bagian (Teileren Method)
Metode pengajaran ini mengaitkan sebagian-sebagian petunjuk yang mengarah pada sesuatu, seperti potongan puzzle yang digabungkan satu persatu.

PENUTUP
Demikian beberapa metode pembelajaran untuk usia dini, sebagai penutup kami tekankan hal yang terpenting dari ini semua, adalah sinergi antara pendidikan yang dilaksanakan tenaga pengajar di sekolah dengan pengajaran yang dilaksanakan para orang tua di rumah.
Nilai sinergi ini sangat penting, mengingat jika metode pendidikan yang dilaksanakan sekolah berbeda dengan metode pendidikan yang dilaksanakan di rumah, maka akan terjadi dualisme metode, dan anak akan mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan dua metode yang berbeda.
Demikianlah Metode Pembelajaran Untuk Anak Usia Dini , semoga metode – metode di atas bisa menjadi pedoman bagi para orantua yang mempercayakan pendidikannya di RA INTERAKTIF MUTIARA INSANI dalam mendidik anak, dan semoga generasi indonesia menjadi generasi yang berkualitas...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar